Selasa, 25 November 2014

KUNINGAN SEHAT, WISTARA 2015




Kabupaten Kuningan tak akan berhenti untuk terus berprestasi, demikian diungkap Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda,S.Sos, MAP; saat memberikan pengarahan dihadapan Tim Pembina Kabupaten Sehat dan Forum Komunikasi Kuningan sehat Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Kuningan, di Aula Bappeda, Selasa 25 Nopember 2014.
Lebih lanjut, Utje menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan telah mendapat predikat  “Kabupaten Sehat”, sejak tahun 2012 yakni meraih prestasi Swasti Saba Padapa 2012, kemudian tahun berikutnya meraih Swasti Saba Wiwerda 2013. Dan pada penilaian tahun 2015, Kuningan bertekad untuk meraih prestasi Swasti Saba Wistara 2015.
Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan Drs. H. Maman Suparman, MM, mengungkapkan bahwa dalam rangka mempersiapkan diri meraih prestasi wistara 2015, Bappeda selaku sekretariat Tim Pembina Kabupaten Sehat, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kuningan Sehat , Wistara Tahun 2015. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Tim Pembina Kabupaten Sehat dan anggota Forum Komunikasi Kuningan Sehat Tingkat Kecamatan-se-Kabupaten Kuningan. Sedangkan, narasumber dan pemateri pada kegiatan sosialisasi, selain Bupati Kuningan, adalah: Kepala BPLHD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda dan Ketua Tim Pembina Kabupaten Sehat, Dra. Hj. Tuti Rusilawaty, MM.


Penilaian Kabupaten sehat tahun 2015, akan dilaksanakan pada bulan Pebruari 2015. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: kelengkapan administrasi dan dokumentasi kegiatan, pembinaan lokasi potensial, peningkatan kapasitas SDM, pembenahan sekretariat kabupaten sehat, penyusunan rencana kegiatan. Kawasan yang perlu ditata dengan berbagai program: Permukiman (pengentasan Rutilahu), Lingkungan (Prokasih, Sejuta Pohon), Sekolah (Adiwiyata, UKS), Hutan sehat (Hutan dan Taman Kota), Pariwisata Sehat (Hotel dan Restoran bebas Mihol),  Lalu Lintas (Tertib Lalin dan Sarana Angkutan memadai), Industri dan Perkantoran, lokasi: PT. Galih Estetika, PT. Bawang Tunggal dan DTRCK. Selain itu, membentuk Forum Komunikasi Kuningan Sehat Tingkat Kecamatan, minimal di 24 Kecamatan.
Ketua Tim Pembina Kabupaten Sehat, Hj. Tuti Rusilawaty, mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dan menjaga kekompakan tim dalam menata dan mempersiapkan diri meraih prestasi “Kuningan sebagai Kabupaten Sehat Tahun 2015”, yakni : Swasti Saba Wistara 2015.

Minggu, 23 November 2014

ARTIS IBUKOTA GOYANG KUNINGAN


Kegiatan puncak HUT Korpri ke-43 dan HKN ke-50 Tingkat kabupaten Kuningan, bekerjasama dengan SCTV Peduli, Minggu 23 Nopember 2014 bertempat di Pandapa Paramartha, diisi dengan kegiatan Senam Massal, Donor Darah, Lomba Tumpeng dan Pentas Musik.
Senam massal diikuti oleh ribuan warga masyarakat yang biasa hadir dalam acara Kuningan Car Free Day, khususnya kaum ibu dan generasi muda. Senam massal itu sendiri dipimpin oleh beberapa instruktur kenamaan dari sanggar senam yang berada di Kuningan. Kegiatan senam semakin meriah, ketika peserta ditantang untuk tampil heboh guna mendapatkan dooprize, terdiri dari: Dispenser, Kompor Gas, Mesin Cuci dan Kulkas persembahan dari sponsor BPJS Cabang Cirebon, BJB Kuningan, BRI Kuningan dan BNI'46 Kuningan.


Kegiatan Donor Darah yang diselenggarakan oleh PMI Markas Kabupaten Kuningan pun tak kalah diserbu pengunjung, dengan suka rela ratusan warga Kuningan menyumbangkan darahnya guna kepentingan sosial dan kemanusiaan.
Sementara, Lomba Tumpeng HKN antar Puskesmas se-Kabupaten Kuningan, dimenangkan oleh Puskesmas Darma, disusul runner up Puskesmas Garawangi dan runner up dua Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.


Pentas Musik yang digelar sebagai penutup acara, sangat meriah dan antusiasme masyarakat Kabupaten Kuningan semakin tinggi, saat artis-artis Ibukota tampil dipanggung. Dalam guyuran hujan yang begitu lebat, penonton tetap berjoget dan berjingrak mengikuti irama musik dangdut. Diiringi grup musik DJ Show, Hesty Klepek-Klepek, Zaskia Gotik dan Nazzar membius penonton larut dalam suasana suka cita tersebut. Terlebih, saat Nazzar atas bisikan host kondang, Ryan Febrian, mengundang Bupati/ Wakil Bupati Kuningan, Kapolres dan Dandim Kuningan tampil diatas pentas untuk bersama-sama menyanyikan lagu "KERETA MALAM", suasana semakin heboooohhh ...




Sabtu, 22 November 2014

GOWES ON SATURDAY RAIN



Demi menjaga stamina tubuh dan kesehatan, Yudi Nugraha senantiasa menjalankan nasehat dokter keluarga-nya, Dr. Sigit Landrang, Sp.PD dan Dr. H. Krisyudi, M.Kes. Ada empat nasehat, yakni: 1. Menjaga pola makan; 2. Cukup istirahat; 3. Olahraga yang teratur; 4. Tidak stress.
Dalam menjaga pola makan, memenuhi 1.900 Kalori/ hari, Yudi mengatur mulai dengan sarapan, 200 gram nasi merah dengan telur goreng dan sayur/ buah. Jam 10.00 Coffee break dengan makanan ringan. Makan siang dengan menu sesuka hati plus nasi putih 150 gram. Jam 16.00 snack buah (apel, terutama) dan makan malam nasi putih/ merah 150 gram plus lauk pauk dan sayur, tak boleh melebihi jam 19.00 wib.
Istirahat cukup, memanfaat waktu istirahat kantor dan waktu shalat serta tidur 5-6 jam/ malam, sementara untuk olahraga selain berlatih karate, rutinitas bersepeda menjadi andalan.
Hari Sabtu dan Minggu, adalah saat yang dimanfaatkan untuk bersepeda (gowes), tak terpengaruh cuaca dan iklim, tetap g-o-w-e-s ... tentu agar terhindar dari stress, seperti halnya hari Sabtu, 22 Nopember 2014, disaat enak-enaknya mengayuh sepeda, tiba-tiba turun hujan yang cukup lebat ... kondisi ini yang mengilhami Yudi untuk memberi judul: GOWES ON SATURDAY RAIN.



Jumat, 21 November 2014

PARIPURNA DPRD : NOTA PENGANTAR BUPATI RAPBD 2015


Jum'at, 21 Nopember 2014, mulai pukul 13.00 bertempat di Ruang Rapat DPRD, digelar Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Bupati Kuningan mengenai Rancangan APBD Tahun Anggaran 2015. Rapat dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman, S.Sos didampingi oleh para Wakil Ketua, yang terdiri dari: H. Toto Suharto, S. Farm, H. Uci Sanusi dan Hj. Kokom Komariah.
Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos, MAP, menyampaikan bahwa Anggaran tahun 2015 mencapai angka Rp. 2,2 Trilyun, menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun demikian, anggaran pembangunan (belanja langsung) mengalami menurunan hingga mencapai angka Rp. 170 Milyar, hal ini sebagai konsekuensi dari terbitnya Undang-Undang nomor 6 tahun 2014, tentang Desa.
Undang-undang tersebut, mewajibkan Pemerintah Daerah untuk menganggarkan sebesar 10% dari Jumlah DAU setelah dikurangi DAK, untuk Alokasi Dana Desa (ADD). Berdasarkan hasil perhitungan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan harus menyiapkan ADD sebesar >Rp. 200 Milyar. Sementara, tahun sebelumnya dana ADD hanya sebesar Rp. 30 Milyar saja. Kewajiban pemerintah daerah menganggarkan ADD sesuai dengan UU no 6 tahun 2014, memunculkan dampak berkurangnya Anggaran Belanja Langsung.

DUA RAPERDA DIBAHAS BANLEG DPRD


Badan Legislasi DPRD Kabupaten Kuningan, mengundang SKPD terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah mengenai perubahan beberapa SOTK Dinas dan Lembaga Teknis, Jum'at 21 Nopember 2014 mulai pukul 09.00 wib, bertempat di ruang rapat Banleg.
Pada kesempatan tersebut, hadir Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan peternakan, Kepala BP4K, Direktur RSU'45, Kepala Bagian Organisasi dan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Kuningan, masing-masing beserta jajarannya.
Rapat ini sendiri dipimpin langsung oleh Pimpinan Banleg, Hj. Wati (Ketua) dan H. Dede Sembada (Wakil Ketua). Pada kesempatan rapat pertama, pimpinan banleg mempertanyakan dan meminta penjelasan terkait usulan perubahan terdahap Perda nomor 11 tahun 2008 tentang Dinas Daerah dan Perda nomor 12 tahun 2008 tentang Lembaga Teknis Daerah.
Kabag Organisasi, Yudi Nugraha, menjelaskan bahwa Perda nomor 11 tahun 2008 perlu dilakukan perubahan kedua, mengingat terbitnya UU nomor 28 tahun 2009, tentang Pajak dan Retribusi Daerah, dimana PBB-P2 dan BPHTB dilimpahkan statusnya menjadi Pajak Daerah, sehingga diperlukan adanya bidang yang menangani secara khusus. Alasan lain, Ketahanan Pangan sebagai kewenangan wajib yang dilimpahkan kepada daerah, selama ini hanya ditangani oleh pejabat setingkat kepala seksi di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan. kedua hal ini, yang menjadi dasar dilakukan perubahan terhadap Perda tersebut.

Yudi juga mengutarakan alasan yang menjadi dasar perlu perubahan ketiga terhadap Perda nomor 12 tahun 2008, yakni: Perubahan kelas pada RSU'45 dari Rumah Sakit Tipe C menjadi Tipe B dan pola pengelolaannya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). serta perpindahan kewenangan Ketahanan Pangan, dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan ke Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K), sehingga nomenklaturnya akan berubah menjadi: Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3).
Sementara, Kabag Hukum dan para pimpinan SKPD menberikan penjelasan normatif dan kajian secara akademis terhadap usulan perubahan kedua Perda tersebut.

Kamis, 20 November 2014

PEMIMPIN : PROFESIONAL DAN AMANAH


Hj. Utje Ch. Suganda (Bupati Kuningan) dan Ustad Solmed, sepakat mendorong PNS menjadi Pemimpin yang Istiqomah (profesional dan Amanah). Hal ini terungkap saat keduanya memberikan pembinaan mental dan rohani kepada jajaran anggota KORPRI dan PNS lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu 20 Nopember 2014 di Gedung Sanggariang Kuningan.


Kegiatan dengan tajuk "Pembinaan Mental dan Rohani" digelar oleh DPD KORPRI Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan pihak SCTV Peduli. Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT KORPRI ke-43 dan HKN ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan.
Selain dihadiri oleh anggota KORPRI dari SKPD, juga hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta Majelis Taklim dan masyarakat umum.
Hj. Utje Ch Suganda, menyampaikan tahapan dan tingkat kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow, yakni: Kebutuhan Fisiologis, Kebutuhan akan Rasa Aman, Kebutuhan akan Rasa Aman, Kebutuhan akan Rasa Memiliki dan Kasih Sayang, Kebutuhan akan Penghargaan dan Kebutuhan akan Aktualisasi Diri.
Sementara, Ustad Solmed, mengurai persyaratan menjadi seorang pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang profesional, memiliki kemampuan. Pemimpin juga harus amanah, melaksanakan tugas sesuai ketentuan dan harapan masyarakat. Lebih lanjut, dijelaskan Pemimpin tahu perasaan orang yang dipimpinnya, juga memiliki ketegasan, tanpa pandang bulu. Selanjutnya, pemimpin memiliki keikhlasan dan istiqomah (on the track).
Kegiatan pembinaan mental dan rohani ini terasa menjadi istimewa, karena disetting dalam format talkshow yang dipandu oleh moderator cantik, Chacha Micel (Miss Selebriti 2013) dan dipadati oleh seribuan orang PNS dan masyarakat.


Rabu, 19 November 2014

WORKSHOP PERCEPATAN PELAPORAN SPM



Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Kabupaten Kuningan, Rabu 19 Nopember 2014 bertempat di Ruang Rapat Adamtis - Tirta Sanita, menggelar kegiatan workshop percepatan pelaporan SPM bagi para Kasubag Program SKPD yang menangani 15 SPM. Narasumber pada kegiatan workshop ini, adalah Pejabat dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Barat, yakni Lilis Farida Sugiharti, SH, MSi (Kabag Tatalaksana, Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Barat), Dra. Dedeh SAM Hendrayati, MSi (Kasubag Standarisasi Kerja, Bagian Tatalaksana).

Kepala Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Kabupaten Kuningan, Drs. Yudi Nugraha, MPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi dan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun laporan SPM, dengan memanfaatkan template (format laporan) pada sistem pelaporan SPM on_line.